Farah Hafizha (2025) Strategi Desain Arsitektur Bioklimatik di Kota Banjarmasin. Online Repository of Universitas NU Kalimantan Selatan.
![[thumbnail of Strategi Desain Arsitektur Bioklimatik di Kota Banjarmasin.pdf]](https://repository.unukase.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
Strategi Desain Arsitektur Bioklimatik di Kota Banjarmasin.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (6MB)
Abstract
"Pendahuluan. Kota Banjarmasin memiliki karakteristik iklim tropis lembab dengan suhu rata-rata bulanan 27-29°C, kelembaban relatif 77-85%. Radiasi matahari harian cukup tinggi, mencapai 5502 Wh/m² pada bulan September, menegaskan perlunya strategi desain yang mampu mengoptimalkan pencahayaan alami sekaligus mengurangi dampak panas berlebih. Arsitektur bioklimatik berperan penting dalam menciptakan bangunan yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi iklim setempat, sehingga mengurangi ketergantungan pada sistem pendingin buatan dan meningkatkan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan strategi desain arsitektur bioklimatik di Kota Banjarmasin agar mencapai kenyamanan termal yang optimal sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Metode penelitian. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif.
Analisis data. Berdasarkan analisis psikometrik, kenyamanan termal di kota ini sulit dicapai tanpa strategi desain yang tepat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Banjarmasin memiliki iklim tropis lembab dengan karakteristik radiasi matahari tinggi sepanjang tahun, suhu udara relatif tinggi, kelembaban udara cukup tinggi dan kecepatan angin relatif rendah.
Hasil dan Pembahasan. Analisis data menunjukkan bahwa Banjarmasin memiliki potensi besar untuk memanfaatkan radiasi matahari untuk pencahayaan alami dan pemanasan pasif. Suhu dan kelembaban yang tinggi menuntut adanya strategi ventilasi alami dan shading yang efektif untuk mengurangi panas berlebih dan meningkatkan kenyamanan termal. Strategi desain arsitektur bioklimatik yang dapat diterapkan meliputi desain bukaan dan ventilasi, material dan teknologi pasif, strategi vegetasi dan shading, serta optimalisasi orientasi bangunan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi strategi pasif dan aktif diperlukan untuk mencapai kondisi termal yang nyaman sepanjang tahun.
Kesimpulan dan Saran. Penerapan strategi desain arsitektur bioklimatik di Banjarmasin sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan iklim tropis lembab. Studi ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan arsitektur berkelanjutan di kota Banjarmasin."
Item Type: | Article |
---|---|
Subjects: | 700 - Seni dan Rekreasi > 720 Arsitektur > 720 Arsitektur |
Divisions: | Fakultas Sains Teknologi dan Kesehatan > Teknik Arsitektur |
Depositing User: | Editor Repository Unukase |
Date Deposited: | 17 Feb 2025 02:06 |
Last Modified: | 17 Feb 2025 02:11 |
URI: | https://repository.unukase.ac.id/id/eprint/417 |