SENSITIVITAS EARLY WARNING SYSTEM DALAM MENDETEKSI KERAPUHAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ASURANSI KONVENSIONAL DAN SYARIAH

Luthfia Ayu Karina, Ayu and Yogi Aris Vara Wisnu Wardhana, Yogi and Gusti Nurul Kamaliah, GUSTI (2026) SENSITIVITAS EARLY WARNING SYSTEM DALAM MENDETEKSI KERAPUHAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ASURANSI KONVENSIONAL DAN SYARIAH. Online Repository of Universitas NU Kalimantan Selatan.

[thumbnail of SENSITIVITAS EARLY WARNING SYSTEM DALAM MENDETEKSI KERAPUHAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ASURANSI KONVENSIONAL DAN SYARIAH.pdf] Text
SENSITIVITAS EARLY WARNING SYSTEM DALAM MENDETEKSI KERAPUHAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ASURANSI KONVENSIONAL DAN SYARIAH.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (508kB)

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini menganalisis kerapuhan keuangan perusahaan asuransi konvensional dan syariah menggunakan pendekatan Early Warning System (EWS). Perbedaan cara membangun model EWS berpotensi menghasilkan sensitivitas deteksi risiko yang berbeda dalam industri asuransi.
Metode penelitian. Penelitian menggunakan desain kuantitatif komparatif-longitudinal periode 2019–2024 pada dua perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan dipilih melalui purposive sampling.
Analisis data. Tujuh rasio keuangan dinormalisasi dengan z-score dan dikonstruksi dalam tiga pendekatan, yaitu penggabungan rasio secara rata-rata, NAIC klasik, dan NAIC Enhanced. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan uji perbedaan menggunakan independent t-test atau Mann–Whitney U melalui perangkat lunak Gretl.
Hasil dan Pembahasan. Penggabungan rasio secara rata-rata tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,6068). Namun, pendekatan NAIC klasik menunjukkan perbedaan risiko yang sangat signifikan (p < 0,001), dan NAIC Enhanced memperkuat hasil tersebut (p = 0,0099; R² = 0,50). Perusahaan berbasis syariah mengalami kerapuhan lebih tinggi pada periode 2022–2024 akibat tekanan likuiditas dan beban operasional.
Kesimpulan dan Saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara konstruksi model EWS menentukan tingkat sensitivitas dalam mendeteksi kerapuhan keuangan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas jumlah sampel dan periode observasi untuk meningkatkan daya generalisasi.
Kata Kunci: asuransi konvensional; asuransi syariah; Early Warning System; indeks komposit; kerapuhan keuangan

Item Type: Article
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 650 Manajemen dan hubungan masyarakat > 657 Akuntansi
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Sosial Humaniora > Akuntansi
Depositing User: Editor Repository Unukase
Date Deposited: 04 Mar 2026 02:04
Last Modified: 04 Mar 2026 02:04
URI: https://repository.unukase.ac.id/id/eprint/508

Actions (login required)

View Item
View Item